PBN MURAH

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi kegiatan Diskusi Lintas Iman Hari Raya Waisak yang diselenggarakan oleh Tubuh Persaudaraan Antariman( BERANI). Diskusi ini berlangsung di Wisma Sangha Theravada Indonesia( Wisma STI) Jalur Margasatwa No 9, Jakarta Selatan( Jaksel).

Anies datang jam 13. 28 Wib. Anies tiba menggunakan batik lengan panjang bercorak cokelat.

Mendukung Kerukunan Beragama: Anies Hadiri Dialog Lintas Iman

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara dialog lintas iman dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak. Dialog yang diadakan di Jakarta ini menjadi wadah bagi pemimpin agama dan masyarakat lintas keyakinan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Kehadiran Anies langsung disambut oleh YM Bhikkhu Dhammasubho Mahathera sebagai Kepala Wisma STI. Setibanya di posisi, Anies langsung masuk ke dalam Wisma STI.

Di dalam, Anies ditunjukkan bermacam gambar sejarah dari Wisma STI. Setelah itu Anies diajak masuk ke dalam ruangan buat makan siang.

Tidak hanya Anies, muncul pula Tokoh Agama Katolik, Romo Franz Magnis Suseno. Romo Magnis tiba tidak lama sehabis Anies datang.

Rencananya, diskusi lintas iman ini pula hendak dihadiri Pimpinan Universal PKB, Muhaimin Iskandar ataupun Cak Imin yang pula selaku inisiator Berani, KH Nasaruddin Umar sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Kanjeng Astono selaku Kabid Keagamaan serta Spiritualitas PHDI, Pendeta Gomar Gultom sebagai Pimpinan Universal PGI serta Budi Santoso Tanuwibowo selaku Pimpinan Universal Matakin.

Membangun Pemahaman Bersama

Dalam dialog ini, Anies menegaskan pentingnya membangun pemahaman bersama antara umat beragama. “Kerukunan beragama bukanlah sekadar slogan, tapi sebuah komitmen untuk saling memahami dan menghargai perbedaan,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di tengah keragaman.

Pesan Harmoni dan Solidaritas

Anies mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni dan solidaritas, terutama dalam menghadapi tantangan yang dihadapi bersama. “Waisak sebagai momen refleksi bagi umat Buddha juga menjadi momentum bagi kita semua untuk merajut kebersamaan dan menjaga persatuan,” tambahnya.

Dialog lintas iman ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan keyakinan tidak menjadi pemisah, melainkan justru menjadi sumber kekuatan dalam membangun bangsa yang berlandaskan pada toleransi dan kerukunan.

Share.

Comments are closed.

slot slot slot slot slot