PBN MURAH

Regu Pengawas( Timwas) Haji DPR berangkat ke Mekah hari ini. Terdapat beberapa perihal yang hendak diawasi oleh Timwas sepanjang penerapan ibadah haji, salah satunya pergerakan jemaah di Arafah- Muzdalifah- Mina( Armuzna).

Timwas dipandu Wakil Pimpinan DPR Muhaimin Iskandar dipecah jadi 2 regu. Regu sesi awal hendak melaksanakan pengawasan di Madinah setelah itu ke Mekah.

” Dikala penyelenggaraan ibadah haji nanti kita hendak ke Madinah setelah itu ke Mekah buat memandang gimana penerapan suasana ibadah haji di situ. Kita hendak buat 2 sif,” kata Wakil Pimpinan Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, kepada wartawan di Lapangan terbang Soekarno- Hatta, Kamis( 6/ 6/ 2024).

Terdapat sebagian perihal yang jadi sorotan Timwas Haji DPR di Madinah. Salah satunya terpaut pelaksanan arbain di Masjid Nabawi.

” Ya, jika di Madinah pula tempat ibadah, paling utama arbain. Hingga arbain ini membolehkan tidak untuk jemaah kita, selama hingga saat ini tidak terdapat komplain dari jemaah dibandingkan tahun kemudian,” imbuhnya.

Penerapan arbain pada tahun kemudian jadi bahan penilaian Timwas pada penerapan pengawasan tahun ini. Timwas mau membenarkan supaya hak- hak jemaah dikala melakukan arbain terpenuhi.

” Tahun kemudian kerap ribut, jemaah dikeluarkan dari hotelnya, sebab bagi mereka masih memiliki hak menuntaskan arbain, baru 8 hari keluar, keluarnya kacau balau. Tetapi demikian, kami hendak senantiasa fokus di sana,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Timwas pula hendak mengecek pelayanan pemondokan jemaah haji serta maktab.

” Jadi layanan kita ini buat jemaah di Madinah ini( ialah) Arbain. Ialah salat berjamah di Masjid Nabawi 40 kali. Pasti hendak kita cek, tercantum layanan maktab, layanan hotel hendak kita cek nanti,” ucapnya.

” Sebab di Madinah itu tidak terdapat layanan bis buat antar dari tempat ibadah, ke hotel, hingga pasti hendak kita cek itu,” tambahnya.

Akumulasi kuota jemaah haji Indonesia jadi 241 ribu tahun ini jadi tantangan untuk penyelenggara haji. Dengan terdapatnya bonus kuota sebesar 20 ribu tersebut, Timwas mau membenarkan para jemaah hati terlayani dengan baik.

” Tidak hanya itu, terdapat yang butuh kita ingatkan kepada pemerintah kalau jemaah haji tahun ini terdapat bonus 20 ribu kuota. Bonus 20 ribu ini pasti menbuat ruangnya terus menjadi kecil serta apalagi dapat mengkhawatirkan,” tuturnya.

Salah satu yang jadi sorotan Timwas DPR merupakan perpindahan jemaah dari Arafah ke Muzdalifah pada penyelenggaraan haji tahun kemudian.

” Perpindahan jemaah dari satu tempat ke tempat yang lain khusunya Arafah, Muzdalifah, serta Mina nanti hendak terjalin problem,” katanya.

Marwan lalu mendengarkan kebijakan Arab Saudi yang kurangi bis buat mengantar jemaah dari Arafah ke Muzdalifah yang menyebabkan para jemaah telantar di Arafah pada tahun kemudian.

” Sebab sistem yang diatur di Saudi itu, bis dari Muzdalifah ke Mina tidak sebanyak bis ke Arafah, dikurangi setengahnya. Sebab dikurangi setengahnya itu( bis) kembali menjemput, kembali menjemput seperti itu( jadi) telantar jemaah kita sebab busnya tidak kembali,” katanya.

Tidak hanya itu, kebijakan mabit di dalam mobil pula jadi salah satu atensi Timwas DPR. Timwas menganjurkan kepada pemerintah supaya jemaah tidak butuh berubah bis dikala penerapan mabit di dalam bis.

” Nah kami menganjurkan kepada pemerintah jemaah kita ini dipecah biar jemaah kita dekat 50 ribu mabitnya di dalam mobil jadi tidak ubah mobilnya. Nah itu satu, kami mau mendengar dari pemerintah telah bereskah itu, biar tidak terulang peristiwa di 2023,” pungkasnya.

Share.

Comments are closed.

slot slot slot slot slot