PBN MURAH

Baru-baru ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengalami gejolak terkait rencana kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM mengambil langkah tegas untuk mengawal proses pembatalan kenaikan tersebut. Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang diambil oleh BEM UGM dalam upaya tersebut.

Latar Belakang Rencana Kenaikan

Rencana kenaikan UKT dan IPI di UGM memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama mahasiswa yang merasa keberatan dengan peningkatan biaya pendidikan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi. Kebijakan ini dinilai tidak mempertimbangkan kondisi finansial mahasiswa dan orang tua mereka.

Langkah-Langkah yang Diambil BEM UGM

1. Mengadakan Rapat Terbuka

Langkah pertama yang dilakukan BEM UGM adalah mengadakan rapat terbuka dengan seluruh mahasiswa UGM. Dalam rapat ini, BEM UGM mendengarkan aspirasi dan keluhan mahasiswa terkait rencana kenaikan UKT dan IPI. Hasil rapat ini menjadi dasar bagi BEM UGM untuk menyusun strategi advokasi.

2. Dialog dengan Pihak Rektorat

BEM UGM kemudian mengadakan dialog dengan pihak rektorat untuk menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mahasiswa. Dalam dialog ini, BEM UGM menuntut transparansi dalam perhitungan kenaikan UKT dan IPI serta meminta kajian ulang terhadap kebijakan tersebut.

3. Menggalang Petisi

Sebagai bentuk dukungan dari mahasiswa dan masyarakat luas, BEM UGM menggalang petisi online yang menolak kenaikan UKT dan IPI. Petisi ini mendapatkan ribuan tanda tangan dalam waktu singkat, menunjukkan besarnya penolakan terhadap kebijakan tersebut.

4. Aksi Demonstrasi Damai

BEM UGM juga mengorganisir aksi demonstrasi damai di kampus. Dalam aksi ini, mahasiswa membawa spanduk dan poster yang menolak kenaikan UKT dan IPI, serta menyampaikan orasi untuk menarik perhatian media dan publik. Aksi ini dilakukan dengan tertib dan mengikuti protokol kesehatan.

5. Advokasi melalui Media Sosial

BEM UGM memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait langkah-langkah mereka dan meningkatkan kesadaran tentang isu kenaikan UKT dan IPI. Melalui kampanye di platform seperti Instagram, Twitter, dan Facebook, BEM UGM berhasil menarik perhatian publik dan mendapatkan dukungan yang lebih luas.

6. Konsolidasi dengan Organisasi Mahasiswa Lain

Untuk memperkuat posisi negosiasi, BEM UGM melakukan konsolidasi dengan organisasi mahasiswa lain baik di dalam maupun di luar UGM. Kolaborasi ini penting untuk menunjukkan solidaritas dan memperkuat gerakan menolak kenaikan UKT dan IPI.

Hasil dan Dampak

Berbagai langkah yang diambil oleh BEM UGM akhirnya membuahkan hasil. Pihak rektorat memutuskan untuk menunda rencana kenaikan UKT dan IPI sambil melakukan kajian lebih lanjut. Keputusan ini disambut baik oleh mahasiswa dan dianggap sebagai kemenangan kecil dalam perjuangan mereka.

Kesimpulan

Langkah-langkah yang diambil oleh BEM UGM dalam mengawal pembatalan kenaikan UKT dan IPI menunjukkan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pengambilan kebijakan kampus. Dengan aksi yang terorganisir dan dukungan dari berbagai pihak, perubahan positif dapat dicapai. Perjuangan ini juga menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk selalu kritis dan proaktif dalam mengawal kebijakan yang berdampak pada kehidupan akademik dan kesejahteraan mahasiswa.

Share.

Comments are closed.

slot slot slot slot slot