PBN MURAH

Siswi kelas 5 Sekolah Bawah Negara( SDN) bernama samaran SN( 11) di Kota Ambon, Maluku, jadi korban perundungan ataupun bullying kakak kelasnya nama samaran K( 12). Pelakon yang ialah saudara Kepala Sekolah( Kepsek) itu menampar serta mengecam hendak menewaskan korban sebab perkara ejekan.

Peristiwa itu terjalin di salah satu ruangan kelas pada Rabu( 29/ 5) dekat jam 11. 00 Waktu indonesia timur(WIT). Wakapolsek Baguala Ipda S Samaali berkata pelakon tersulut emosi sebab diejek oleh korban kalau ayahnya sudah wafat dunia.

” Korban mengejek pelakon kalau ayah pelakon telah wafat, telah mati,” kata Ipda S Samaali.

Siswi SD Mengalami Trauma Akibat Bullying

Kejadian ini menyorot sebuah fenomena yang mungkin sering terjadi namun jarang terungkap. Seorang siswi yang seharusnya merasa aman di lingkungan sekolah, justru harus mengalami trauma dan ketakutan karena perlakuan buruk dari kakak kelasnya. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan mental sang siswi, tetapi juga menyiratkan kelemahan dalam sistem pengawasan di sekolah.

Pentingnya Peran Guru dan Pengawas

Dalam menangani kasus bullying, peran guru dan pengawas sangatlah krusial. Mereka harus peka terhadap perubahan perilaku siswa, mengamati interaksi antar siswa, dan mengambil tindakan preventif serta kuratif jika diperlukan. Dengan adanya peran aktif dari pihak sekolah, diharapkan kasus bullying seperti ini dapat dicegah dan ditangani dengan lebih efektif.

Ipda Samaali berkata ejekan korban terhadap pelakon tidak di informasikan secara langsung. Pelakon malah mendengar ejekan korban dari cerita temannya yang lain.

” Jadi ejekan korban itu telah berulang kali, tetapi tidak di informasikan secara langsung ke pelakon. Pelakon pula mendengar cerita dari temannya,” jelasnya.

Walaupun demikian, pelakon kemudian mencari korban sehabis menjajaki uji peningkatan kelas pada Selasa( 28/ 5). Pelakon setelah itu bawa korban ke salah satu ruangan buat mengkonfirmasi terpaut gosip yang didengarnya.” Di dalam ruang kelas, pelakon tanyakan menimpa ejekan kepada korban. Korban yang tidak menanggapi kemudian ditampar pelakon sebanyak 2 kali,” bebernya.

Perlunya Kesadaran Akan Dampak Psikologis Bullying

Kasus seperti yang terjadi di Ambon ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih memperhatikan dampak psikologis dari tindakan bullying. Trauma yang dialami korban bisa berdampak jangka panjang dan mengganggu perkembangan mereka. Oleh karena itu, kita semua harus bersatu untuk memberantas perilaku bullying ini dari akarnya.

Bullying bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa, di mana mereka bisa belajar dan tumbuh tanpa takut menjadi korban intimidasi.

Share.

Comments are closed.

slot slot slot slot slot